Lama tak Bersua

Ditulis oleh : alhudasindangreret on Kamis, 03 September 2020

 Bismillahirrahmaanirrahiim,

Bagaimana kabar soudara-saudara semua ?, maaf saya sudah lama tidak menyapa  anda lagi, Terakhir posting di bloog ini sekitar tahun 2015, sekitar 5 tahunan saya vakum tapi bukan berarti saya meninggalkan dunia tulis-menulis. Karena ada berbagai kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan sehingga dengan terpaksa saya meninggalkan sementara urusan tulis-menulis ini, saya mencoba mengangkat tema bebas ini, terutama akan mencoba mereview  sesosok Ustad yang lagi trend untuk saat ini, yaitu Ustad Ucu Najumudin.

 

Seorang ustad yang berasal dari jawa barat khususnya orang sunda, yang tampil ke permukaan yang muncul melesat bak meteor, dengan segudang ilmu agama yang mumpuni, mampu membahas berbagai sisi agama terutama agama islam, disamping itu kajian ilmu kejiwaan, ilmu ketabiban beliau yang menjadi nilai plus bagi beliau. Satu lagi nilai humoris, kekocakan beliau juga menjadi daya tarik sendiri, sehingga setiap kajian-kajian beliau selalu dipenuhi dengan masa yang bejubel, terutama para ibu-ibu, emak-emak milenal yang selalu menunggu ceramah-ceramah beliau, para pemuda-pemudi, bapak-bapak, yang selalu memadati ceramah beliau, membludak dan meledak.

 

Kekuatan tulisan beliau juga semakin terasah terbukti dengan berbagai buku yang telah beliau hasilkan seperti : Magnet Jiwa, Berdoa sepenuh jiwa, 7 keajaiban orang safar,  Bathin yang Damai, dan lain-lainnya lagi. 


 Untuk melihat sekilas kepiawaian Ustad Ucu Najmudin dalam berorasi / memberikan tausyiah kepada mustaminya nanti saya akan memperlihatkan cuplikan videonya beserta link youtubenya...https://youtu.be/cp4V_3tCiPE



 

More aboutLama tak Bersua

Semakin Antik Semakin Mahal

Ditulis oleh : alhudasindangreret on Jumat, 20 November 2015

Assalaamualikum Wr Wb..
Hallo sobat semua ?, Bagaimana kabar hari ini ?, Semoga selalu dalam keaadaan sehat selalu dan selalu ada dalam lindungan Allah SWT.

Kali ini Alhuda Corporate ngulas sedikit topik yang ringan, saya coba ulas sedikit mengenai barang antik, barang jadul, khususnya penyuka Perangko Lama (Filatelis). Kita tahu dulu urusan surat menyurat tak lepas dari perangko tapi sekarang sudah ada SMS, email dan SocMed. Tapi meskipun begitu Perangko masih tetap digunakan meskipun mungkin pemakaiannya sedikit berkurang. Disitu masalahnya semain jarang orang menggunakannya, apalagi perangko tersebut sudah tidak diproduksi lagi maka nilai keunikan perangko tersebut semakin tinggi dan otomatis perangko tersebut mempunyai daya jual yang cukup mahal..

Perangko Sukarno terbitan lama misalnya banyak dicari orang, keunikan dari perangko tersebut mempunyai daya tarik tersendiri, kesalahan cetak juga bisa mendongkrak nilai jual perangko tersebut, produksi perangko yang terbatas juga meningkatkan daya jual perangko tersebut, untuk anda kolektor penyuka perangko yang berminat silahkan tinggal di klik aja link ini Jual Perangko Lama , Jual Perangko Sukarno Rp 1, anda bisa pilih perangko lama koleksi saya sekaligus bisa membelinya di lapak saya tersebut.

Jual Perangko Sukarno Rp 1
Jual Perangko Sukarno Rp 1
More aboutSemakin Antik Semakin Mahal

Luaskan Jarak Tempuh anda

Ditulis oleh : alhudasindangreret on Jumat, 13 November 2015

Assalaamualaikum Warahmatullohi Wabarokatuh..

Selamat pagi sobat semua, bagaimana kabar hari ini ?, semoga saja sahabat semua selalu sehat selalu, kali ini saya coba tuangkan sedikit renungan yang mengusik fikiran saya tentang "Luaskan Jarak Tempuh Anda".

"Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya." (QS Al-Mulk : 15).

Dua orang teman sebutlah si A dan si B, ketika adzan magrib berkumandang kedua sahabat ini bergegas menuju mesjid, si A menempuh jarak perjalanan dari rumahnya ke mesjid sekitar 50 meter sedangkan si B menempuh perjalanan sekitar 100 meter untuk sampai ke mesjid, Apabila setiap langkah perjalanan menuju mesjid dihitung 1 pahala maka siapakah menurut sobat semua yang paling banyak mendapat pahala ?

Ya tentunya si B yang paling banyak mendapatkan pahala bukan karena dari jarak tempuhnnya saja sudah kelihatan yang dua kali lipat dari si A, ini real dan juga sebagai ilustrasi untuk mendapatkan sesuatu yang lebih, untuk mencapai hidup sukses di dunia dan akhirat maka perlu meningkatkan jarak tempuh yang anda lalui, semakin tinggi jam terbang anda maka akan semakin banyak pula wawasan yang anda dapatkan, waktu yang merupakan modal hidup benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin, Jadi untuk mendapatkan pengalaman yang banyak, wawasan yang demikian luas, pengetahuan yang lebih dari orang lain maka anda harus banyak menciptakan banyak moment atau meluaskan jarak tempuh andaa.

More aboutLuaskan Jarak Tempuh anda

Iket Kepala Sunda

Ditulis oleh : alhudasindangreret on Senin, 07 September 2015

Assalaamualaikum Wr Wb,
Selamat bertemu kembali sobat, maaf sudah lama tidak posting lagi karena berbagai kesibukan offline yang cukup menyita waktu, mohon maaf sekali lagi jika kurang berkenan. Kali ini saya mencoba membawa thema tentang iket kepala, (iket/bahasa sunda = ikat/bahasa indonesia). Tanpa banyak kata saya coba lagi melihat posisi serp dari kata kunci "Iket Kepala Sunda", ternyata sudah banyak pemain disana. Mohon maaf para pembaca koq baru muncul lagi eh sudah membahas tentang iket kepala. Iket Kepala Sunda ini menjadi trend setelah jawa barat khususnya bapak bupati bandung mulai mempopulerkan kembali pakaian tradisional seperti pangsi dan iket kepala.

Awal Iket Kepala Sunda Mulai Dikenal

Iket atau Totopong (ikat kepala) mulai naik daun sekitar 1450 Masehi atau sekitar Kerajaan Pajajaran. Pada mulanya, iket ini difungsikan untuk melindungi kepala dari teriknya matahari, juga sebagai identitas strata pribadi. Era perang kemerdekaan, Iket ini dipakai penunjuk identitas para pejuang. Pada masa itu, Iket sunda menjadi lambang perjuangan atau perlawanan terhadap para penjajah. Iket juga menjadi simbol pemersatu sekaligus pengobar semangat patriotik masyarakat Sunda waktu itu.

Beberapa nama Iket antara lain sebagai berikut :

  1. Barangbang Semplak : Iket mirip Dahan Kelapa Kering / barangbang (istilah sunda) yang patah / Semplak tapi masih nempel dipohon. Bagian atasnya terbuka (terlihat  rambut). Umumnya iket ini dipakai oleh para Pendekar / jawara.
  2. Julang ngapak : Rupa iket ini seperti sayap burung Julang terbang. Dipakai oleh para orang tetua atau kepala adat / yang dituakan.
  3. Kekeongan : Bentuknya seperti keong.
  4. Kuda ngencar : Iket yang culanya dibelakang, menjuntai ke bawah, bagian ujungnya naik  ke atas.
  5. Maung Heuay : Bentuk iket ini seperti mulut harimau yang sedang terbuka.
  6. Parekos Nangka : Tampilan iket ini seperti kita sedang membungkus nangka. 
  7. Porteng : Iket yang culanya berdiri di depan, sedangkan ujung kainnya digulung ke belakang.
  8. Dan banyak jenis iket lainnya...


Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang sejarah iket kepala sunda ini, saya mencoba menampilkan beberapa photo contoh dari iket tersebut :
https://www.bukalapak.com/p/fashion/bahan-kain/arv17-jual-iket-kepala-sunda
Iket kepala Sunda
https://www.bukalapak.com/p/fashion/bahan-kain/arv17-jual-iket-kepala-sunda
Iket Sunda





https://www.bukalapak.com/p/fashion/bahan-kain/arv17-jual-iket-kepala-sunda
Ikat Kepala Sunda
https://www.bukalapak.com/p/fashion/bahan-kain/arv17-jual-iket-kepala-sunda
Ikat Sunda











Dari ke empat contoh photo ini silahkan jika pembaca sekalian berminat dan ingin memilikinya silahkan klik link di bawah ini :
Jual Iket Kepala Sunda
Jual Iket Sunda
Iket Kepala Sunda.


Mungkin ajakan dalam bahasa sunda ini cukup mengena, "Hayu dulur-dulur salembur urang jungjung budaya sunda, urang mumule tatali karuhun sunda, ngarumat budaya sunda, salah sahijina nyeta ngalestarikeun budaya iket sunda jang pakean pangsi'.

Sekian dulu sobat sekilas tentang iket kepala sunda lain waktu disambung lagi.
wassalamualaikum wr wb..
More aboutIket Kepala Sunda