The casflow quadrant (bagian 2)

Ditulis oleh : alhudasindangreret on Selasa, 16 Agustus 2011

Saya ingin melanjutkan posting The casflow quadrant  (bagian 1), Silahkan membaca..

Banyak orang mengira menjadi pegawai mempunyai tingkat keamanan yang tinggi dibanding berinvestasi, padahal melihat fenomena sekarang seringnya terjadi PHK masal pada perusahaan2 besar ataupun kecil merupakan pukulan telak bagi Employee (pekerja), sudah waktunya kita sedikit belajar atau mulai masuk pada Quadrant lain salah satunya Quadrant I (investor) atau B (Business owner) yang justru kalau kita pandai membuat sistemnya maka kedua quadrant tadi (B,I) memiliki tingkat keamanannya tinggi.

Dulu para orang tua selalu menyarankan pada anak2nya , “sekolah yang tinggi dan setelah lulus cari pekerjaan yang layak”, secara tidak langsung mempola fikiran kita untuk menjadi pagawai secara terus menerus, tuk mencari pekerjaan dan penghasilan yang menjamin masa depan, pendapat tersebut memang tidak salah tapi kalau kita melihat kedepan dan mempelajari teori Robert T. kiyosaki, justru nasihat itu seharusnya dirubah menjadi, “sekolahlah yang tinggi setelah lulus sekolah lalu dirikanlah perusahaanmu sendiri, beranilah merintis usaha sendiri”.

More aboutThe casflow quadrant (bagian 2)

Nikmat Allah yang manakah yang kau dustakan ?

Ditulis oleh : alhudasindangreret on Selasa, 09 Agustus 2011

Mari sahabat sahabat semua mumpung kita ada dalam bulan Ramadhan saya mengajak sahabat semua untuk merenung, bertadabur, bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita semua, artikel yang berasal dari rekan saya, tak ada salahnya juga disebarkan kepada sahabat-sahabat semua…silahkan membaca…

Nikmat Allah

Betapa zhalimnya manusia, bergelimang nikmat Allah tetapi tidak bersyukur kepada-Nya (Ibrahim: 34). Nikmat yang Allah berikan kepada manusia mencakup aspek lahir dan batin serta gabungan dari keduanya. Surat Ar-Rahman menyebutkan berbagai macam kenikmatan itu dan mengingatkan kepada manusia akan nikmat tersebut dengan berulang-ulang sebanyak 31 kali, “Maka nikmat Rabb yang manakah yang kamu dustakan?”

Baca dan tadabburilah surat Ar-Rahman. Allah yang Maha Penyayang memberikan limpahan nikmat kepada manusia dan tidak ada satu makhluk pun yang dapat menghitungnya. Dari awal sampai akhir surat Ar-Rahman, Allah merinci nikmat-nikmat itu.

Dimulai dengan ungkapan yang sangat indah, nama Allah, Dzat Yang Maha Pemurah, Ar-Rahmaan. Mengajarkan Al-Qur’an, menciptakan manusia dan mengajarinya pandai berkata-kata dan berbicara. Menciptakan mahluk langit dengan penuh keseimbangan, matahari, bulan dan bintang-bintang. Menciptakan bumi, daratan dan lautan dengan segala isinya semuanya untuk manusia. Dan menciptakan manusia dari bahan baku yang paling baik untuk dijadikan makhluk yang paling baik pula. Kemudian mengingatkan manusia dan jin bahwa dunia seisinya tidak kekal dan akan berakhir. Hanya Allah-lah yang kekal. Di sana ada alam lain, akhirat. Surga dengan segala bentuk kenikmatannya dan neraka dengan segala bentuk kengeriannya. “Maka nikmat Rabb yang manakah yang kamu dustakan?”

More aboutNikmat Allah yang manakah yang kau dustakan ?

The Cashflow Quadrant (Bagian 1)

Ditulis oleh : alhudasindangreret on Sabtu, 30 Juli 2011

Alkisah ada dua orang sahabat dia sama-sama mencari air di pegunungan dan mereka berdua menemukan sumber air yang begitu melimpah, maka segera mereka mengambil air tersebut dan membawanya kerumah masing-masing, kebetulan sekali ditempat mereka kekurangan air. Hari demi hari, bulan demi bulan mereka masih terus mengambil air dari pegunungan tersebut, namun salah seorang dari mereka sebut aja si ‘A’ punya fikiran untuk membuat jalur saluran air dengan menggunakan bambu atau paralon, Untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan keluarganya akan air tersebut. Si 'A' dengan pantang menyerah dan keteguhan cita2nya terus berfikir dan berusaha mewujudkan apa yang ada dibenaknya. Sedangkan yang satunya lagi sebut aja si ‘O’ dia tidak punya fikiran sama sekali untuk membuat jalur saluran air, yang kefikiran sama dia sepanjang dia punya tenaga dan badan yang kuat maka dia akan terus memikul air dari pegunungan tersebut.

Setelah sekian tahun si ‘A’ sudah berhasil membikin jalur saluran air tersebut dan dia tidak direpotkan lagi dengan urusan air tersebut, dia mau bepergian kemana pun atau kegiatan apapun yang dia lakukan, urusan air yang dibutuhkan oleh keluarganya selalu ada, tinggal buka kran maka air tersebut akan mengalir dengan derasnya. Sebaliknya si ‘O’ dia terus aja tiap hari atau tiap dua hari sekali mengambil air dari pegunungan tersebut, dia begitu kerepotan dalam urusan air tersebut, dia menjadi gak bebas dalam bepergian atau melakukan kegiatan apapun. Yang difikiran si ‘O’, ‘hari ini saya belum ngambil air dari pegunungan untuk keperluan keluargaku’, apalagi sekarang si ‘O’ sudah tidak muda lagi dan tidak kuat lagi.

More aboutThe Cashflow Quadrant (Bagian 1)

Mendirikan usaha, menebar manfaat

Ditulis oleh : alhudasindangreret on Rabu, 27 Juli 2011

Tahun 1970-an jepang dilirik seluruh dunia karena pertumbuhan ekonominya yang luar biasa, selain etos kerja masyarakat yang kental dengan konsep Makoto, korporasi jepang dibangun dengan loyalitas atau rasa memiliki. Perusahaan jepang tak hanya berdiri karena motif ekonomi doang, tetapi tumbuh memberi naungan bagi banyak orang.

Rhenald kasali dan Mahendra Gautama mencoba menelusuri konsep River Company yaitu perusahaan yang didirikan bukan semata mata untuk mencari keuntungan, melainkan untuk memperbarui dan menyejahterakan kehidupan.
More aboutMendirikan usaha, menebar manfaat