Jiwa Entrepreneur

Ditulis oleh : Dadang Hermawan on Sabtu, 12 Desember 2009

Bagaimanapun, untuk menjadi entrepreneur, tak cukup memiliki pengetahuan tentang bisnis. Karakter atau jiwa entrepreneur juga sangat dibutuhkan.
Karena itu penting sekali mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri Anda sendiri untuk mengetahui seberapa besar karakter entrepreneur Anda.
More aboutJiwa Entrepreneur

Karakteristik Entrepreneur

Ditulis oleh : Dadang Hermawan

Karakter Entrepreneur dapat dituliskan sebagai berikut :

Creation
Yaitu menciptakan suatu bisnis dari peluang yang ada. Kita harus jeli melihat peluang dan kesempatan yang ada, jangan hanya menunggu kesempatan datang, tapi kita menciptakan kesempatan itu dan bertindak.
More aboutKarakteristik Entrepreneur

Prosess Entrepreneur

Ditulis oleh : Dadang Hermawan

Hampir semua orang ingin atau bermimpi untuk menjadi pengusaha. Namun, mereka tidak segera mengambil keputusan untuk menjadi pengusaha. Banyak orang memakai alasan-alasan yang sebenarnya “tidak realistis” yang dipikirkan orang sehingga sulit untuk memulai memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur. Sekaranglah waktunya untuk memulai!!!

Ada enam faktor penghalang seperti dinding yang tebal, sehingga menutup pandangan dan menguburkan impian untuk menjadi seorang entrepreneur, yaitu:
1. Rasa ketakutan yang lebih besar dari kemampuan,
2. Tidak mempunyai rasa percaya diri dan keyakinan akan diri sendiri,
3. Tidak tahu harus berbuat apa dan dari mana memulainya,
4. Malas mencoba,
5. Tidak punya modal, dan
6. Menunggu datangnya peluang emas.

Ketakutan itu mampu menguras 50 % dari kemampuan, tetapi bila mampu mengatasinya, maka kemampuan akan berlipat ganda menjadi 150 %.

Masalah utama yang dihadapi para calon entrepreneur adalah ketakutan,menyerah sebelum berhasil;
- Takut akan gagal dalam bisnis,
- Takut menjadi miskin/rugi,
- Takut untuk keluar dari zona kenyamanan,
- Takut lelah,
- Takut stress,
- Takut malu,
- Takut untuk terlihat bodoh dan ditertawakan.

Untuk menjadi pengusaha, maka harus dapat menaklukan ketakutan itu. Bila ditelusuri arti dari kegagalan, maka sebenarnya kegagalan itu tidak ada sama sekali, yang ada hanyalah berhenti mencoba. Dan kesuksesan adalah metamorfosis dari serangkaian “kegagalan“ yang terus menerus diperbaiki.

Bila anda memulai berbisnis, anda memerlukan keberanian dan juga skill. Keberanian anda butuhkan untuk mengambil keputusan, dan skill perlu diasah dan dilatih terus-menerus hingga anda merasa mantap untuk terjun ke bisnis tersebut secara total. Kedua hal ini tidak bisa dipisahkan!!!

Ketika berbicara tentang modal dalam berbisnis, semua orang pasti berpikir bahwa mereka tidak mempunyai ‘modal’ karena yang mereka maksud dengan modal itu hanyalah sebatas uang. Sebenarnya modal itu tidak hanya berupa uang. Modal berupa uang hanyalah 10 % dari semua modal yang dibutuhkan oleh seorang Smart and Good Entrepreneur untuk menjalankan roda bisnisnya.

Untuk menjadi sukses, yang benar adalah bukan seberapa keras bekerja, tetapi seberapa cerdas kita bekerja. Be a smart and good entrepreneur!!!

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang untuk memilih jalur entrepreneurship sebagai karier atau jalan hidupnya, yaitu:
1. Individual/personal factor,
2. Suasana kerja,
3. Tingkat pendidikan,
4. Personality (kepribadian),
5. Prestasi pendidikan,
6. Dorongan keluarga,
7. Lingkungan dan pergaulan,
8. Ingin lebih dihargai atau “self esteem”,
9. Keterpaksaan dan keadaan.

berbagai sumber..(Alhuda)
More aboutProsess Entrepreneur

Pilihan Hidup

Ditulis oleh : Dadang Hermawan

Memang hidup ini banyak kejutan kejutan yang kadang berseliweran kehadapan kita yang kalau kita renungi banyak peluang peluang dalam hidup ini yang tanpa kita sadari mengalir begitu saja tanpa kita dapat memanfaatkannya sebaik mungkin, mungkin disini dibutuhkan kejelian kita dan seringnya kita melatih insting kita untuk peka terhadap peluang yang datang silih berganti, kalau kita sering melatih kejeliaan kita banyak hal di sekitar kita kalau dilihat secara teliti banyak hal yang bisa dimanfaatkan jadi peluang bisnis, memang tidak semua orang dapat melihatnya dengan jeli. hanya orang orang tertentulah yang dapat melihatnya dengan jelas peluang tersebut.

Mentalitas juga sangat mendukung, jangan menyerah dan sungguh-sungguh merupakan mental utama dalam keberhasilan seseorang..

Tapi ada kalanya peluang itu begitu banyak yang pada akhirnya menyudutkan kita untuk memilih salah satu dalam waktu bersamaan.tak bisa berbarengan dimana kita diharuskan untuk memilih salah satunya.disini letak kepiawaian kita untuk memilih yang tepat untuk waktu yang tepat, sehingga hati dan fikiran kita jadi lebih terbuka.

Sebagai umat islam ada rumus jitu dalam memilih yaitu dengan istikhoroh. Dalam ilmu teknik ada ilmu yang disebut dengan analisis keputusan dimana kita mempunyai perhitungan skala prioritas yang harus didahulukan.

sekian dulu ya nanti disambung lagi..
Dadang Hermawan

More aboutPilihan Hidup

Memaknai tahun baru Hijriyah

Ditulis oleh : Dadang Hermawan on Selasa, 08 Desember 2009

Memaknai Tahun Baru Hijriyah dengan Benar
07-12-2009 / 06:26:21

Ya Allah jadikan diri kami menjadi manusia amanah atas nikmat waktu yang Kau berikan kepada kami...


Tidak terasa sobat, 1430 Hijriah akan meninggalkan kita. Kurang dari 2 minggu, kita akan memasuki tahun baru 1431H. Seorang Muslim sejati akan menjadikan moment tersebut sebagai penambah motivasi untuk menjadi lebih baik, lebih bersyukur kepada Allah SWT dengan meningkatkan kualitas ibadah dan kualitas hubungan ukhuwah antar sesama.

Jangan heran, ada juga sebagian dari manusia yang menjadikan tahun baru Islam sebagai perayaan yang mengarah kepada kesyirikan. Naudzubillah, menganggapnya sebagai hari sial untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, mencuci jimat dan pusaka dan melakukan ritual-ritual lainnya yang konon telah dilakukan terus-menerus oleh nenek moyang terdahulu.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ


“dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," mereka menjawab: "(Tidak), tetapi Kami hanya mengikuti apa yang telah Kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". (TQS. 2 : 170)

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ


“apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". mereka menjawab: "Cukuplah untuk Kami apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya". dan Apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?. (TQS. 5 : 104)

Muharam adalah bulan awal tahun kalender Islam. Kalender Islam disebut Hijriah mengikuti perputaran bulan bukannya matahari seperti kalender Masehi. Oleh karena itu jumlah harinya pun berbeda. Hijriah memiliki 11 hari lebih pendek dari Masehi. Dalam perhitungan matahari dalam satu tahun terdapat 365 hari, sedangkan perhitungan bulan terdapat 354 hari. Tak heran pernah dalam satu tahun Masehi umat Islam merayakan dua kali Idul Fitri.

Ternyata bukan itu saja perbedaannya. Kontrasnya malam yang gelap dan siang yang terang, seperti itu jugalah perbedaannya dalam kehidupan kita belakangan ini.

Malam hari menjelang tahun baru Masehi, dapat dipastikan jalanan macet, hunian hotel meningkat, pusat hiburan ramai, dan terompet laku. Menghabiskan malam dengan tawa dan berusaha mengenyahkan duka. Semuanya tak jauh dari urusan hura-hura karena bagi mereka tahun baru berarti umur yang baru.

Lihatlah bagaimana malam hari menjelang tahun baru Hijriyah. Jalanan normal, hunian hotel juga normal, pusat hiburan sepi bahkan tak ada yang iseng menjual terompet. Bukan berarti tak ada kegiatan, namun kegiatannya berpindah ke mesjid-mesjid untuk mendengar ceramah dan Mabit.

Hilang segala hingar bingar, mereka menghabiskan malam dengan menangis memohon ampun pada Allah swt. Tangis mereka seperti kehilangan sesuatu yang berharga. Benar, sebenarnya kita telah kehilangan waktu kita di dunia secara perlahan.



Tahun Hijriah seperti namanya, ditetapkan setelah Rasulullah saw. Hijrah dari Mekah ke Madinah. Sebelumnya penamaan tahun didasarkan atas nama binatang, seperti tahun saat Rasulullah diahirkan merupakan tahun Gajah, persoalan mungkin atau tidaknya penamaan ini berlanjut sampai sekarang oleh kalender Cina, Wallahu ‘Alam.

Berdasarkan atas nama tersebut, maka sebaiknya momen tahun baru Hijriah ini kita maknai sebagai hari kita juga untuk Hijrah. Selemah-lemahnya Hijrah tentunya adalah hijrah niat. Bila tahun sebelumnya kita sering punya niat jahat terhadap orang lain maka tahun ini berubah jadi niat baik.

Alangkah baiknya jika bisa hijrah tempat. Bila kondisinya memungkinkan, dan tempat anda dikelilingi oleh kemaksiatan hijrahlah ke tempat yang lebih baik. Bisa juga dari tempat kerja yang penuh korupsi ke tempat kerja yang lebih sehat. Bahkan ada ayat yang melarang kita berdiam di suatu tempat seandainya di tempat itu kita sering didzalimi.

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [TQS. 4 :100]

Hijrah yang baik tentunya dengan segala perhitungan yang matang. Karena perhitungan yang matang akan mendatangkan harapan. Akhirnya kemanapun, dengan apapun, disertai niat apapun, yakinkan setiap hijrah anda adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt sehingga setiap hijrah kita dihitung ibadah. Amiiin

Semoga bermanfaat 
Author : PercikanIman.ORG
More aboutMemaknai tahun baru Hijriyah

Jangan Menyerah sebelum Berhasil

Ditulis oleh : Dadang Hermawan on Jumat, 13 November 2009

Demikian banyak orang takut gagal. Kita dikondisikan untuk memandang kegagalan sebagai memalukan. Semenjak usia dini, kepada kita ditanamkan ide untuk tidak gagal, tidak kalah. Penafsiran kita yang menyimpang tentang pemenang versus pecundang dapat dilacak mulai dari komentar Vince Lombardi yang terkenal itu " Menang bukanlah segalanya, tetapi ingin menang adalah segalanya". 
Kalau kita gagal, atau kesulitan pulih dari suatu kemunduran besar, kita langsung di cap pecundang oleh masyarakat yang menyembah hasil akhir, Kita merasa malu terhina, dikucilkan oleh teman-teman serta keluarga kita. Kita merasa sangat terisolasikan akibat apa yang kita persepsikan sebagai kegagalan kita.
More aboutJangan Menyerah sebelum Berhasil

"Bulan Terbelah"

Ditulis oleh : Dadang Hermawan on Rabu, 14 Oktober 2009

bulan-terbelah-2.jpg
bulan-terbelahAllah berfirman:
Apakah kalian akan membenarkan ayat Al-Qur’an ini yang menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris? Di bawah ini adalah kisahnya.
Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?
More about"Bulan Terbelah"

Bukalah Hatimu

Ditulis oleh : Dadang Hermawan on Minggu, 11 Oktober 2009

Dikisahkan, ada seorang anak muda yang merasa dirinya tidak bahagia. Setiap hari, dari jendela kamarnya dia melihat taman dan pemandangan alam yang sangat indah, orang berlalu lalang, anak-anak bermain dengan gembira. Tetapi fenomena itu tidak membuat hatinya bahagia. Justru dia tidak mengerti, mengapa orang-orang di luar sana bisa tertawa-tawa bersama atau setidaknya menunjukkan wajah yang gembira.

Karena melihat keadaan di sekitarnya, hatinya yang hambar, terusik pada pertanyaan, "Apa rahasia bahagia?"

Demi mendapatkan jawaban tersebut, si pemuda memutuskan keluar dari kamarnya dan mulai bertanya kepada siapa saja yang mungkin bisa memberi jawabannya.

"Maaf Pak, saya mau bertanya, dari mana bahagia itu?" tanyanya kepada seorang bapak yang tampak gembira melihat anak-anak yang sedang berlarian.

"Bahagia? Dari mana datangnya? Lihat saja anak-anak itu," jawab si bapak santai. Si pemuda mencermatinya dan tidak mengerti mengapa melihat anak-anak itu adalah kebahagiaan.

Dia pun berjalan terus dan berusaha bertanya ke beberapa orang lainnya tetapi tetap saja tidak menemukan jawabannya, apa dan bagaimana bahagia itu. Hingga tibalah dia di depan rumah seorang petani yang sedang beristirahat sambil meniup seruling dengan nikmatnya.

Si pemuda menunggu sampai lagunya selesai dan mengajukan pertanyaan yang sama. "Ayo, masuklah kemari," si petani mempersilakan si pemuda
dengan ramah.

"Bapak sedang membuat seruling baru. Lihatlah! Begini caranya." Tangannya pun sibuk memperagakan memilih bambu, mengusap dan membersihkan bulu-bulu halusnya dengan cermat. "Setelah bersih, kini saatnya meratakan dan kemudian melubanginya."

"Bapak, saya kemari bukan belajar membuat suling dan apa hubungannya semua ini dengan kebahagiaan?" tanya si pemuda dengan kesal.

"Anak muda, jangan marah dulu. Perhatikan dulu apa yang hendak Bapak jelaskan. Bambu sekecil ini bisa mendatangkan nada yang indah, rahasianya ada di lubang-lubang kecil ini. Nah, sama dengan kebahagiaan yang kamu tanyakan. Buatlah lubang dan biarkan dia terbuka di dalam hatimu. Karena tanpa kamu pernah membuka hati, sama halnya kamu tidak pernah memberi kesempatan pada hatimu sendiri dan selamanya kamu tidak akan mengenal, apa itu bahagia. Mudah kan? Apakah kau mengerti?"

"Ya Pak, saya mengerti. Terima kasih."

Para pembaca yang budiman,

Merasa senang dan bahagia adalah keadaan hati. Seringkali kita melihat ataupun mendengar banyak orang yang memiliki harta berlimpah tetapi hidup tidak bahagia. Ada pula orang yang hidupnya biasa-biasa saja, tetapi tampak sekali kebahagiaan melingkupinya.

Membuka hati berarti bisa menerima keadaan apapun kita hari ini, namun TETAP berikhtiar mengejar mimpi yang kita harapkan. Mampu menikmati hidup ini secara positif dan bernilai bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Dengan sikap mental hidup seperti itu, PASTI setiap saat kita bisa menikmati kebahagian secara alami.

Salam sukses luar biasa!!
More aboutBukalah Hatimu

Orang brengsek menjadi guru sejati

Ditulis oleh : Dadang Hermawan

Orang Brengsek Guru Sejati
oleh : Gede Prama

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With DifficultPeople. Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama, dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.
More aboutOrang brengsek menjadi guru sejati