Pegawai lebih berisiko dibanding berwirausaha

Ditulis oleh : Dadang Hermawan on Selasa, 28 Februari 2012

Seorang buruh/pegawai walaupun mempunyai posisi jabatan yang tinggi di perusahaan tempatnya bekerja, jika suatu saat perusahaan tempat dia bekerja bangkrut atau perusahaannya tidak bangkrut tapi justru kesehatan sang pegawai  tersebut memburuk yang mengakibatkan dia tidak mampu untuk bekerja lagi. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, Apa yang akan menjadi sumber mata pencaharian seorang pegawai tersebut jika perusahaan tempat dia bekerja itu bangkrut atau apa mata pencahariannya apabila dia mengalami sakit yang menjadikannya dia tidak bisa bekerja di perusahaan tersebut ?.

Untuk pegawai yang sudah biasa punya side job atau biasa berbisnis dan sudah cukup modal dan cukup pengalaman untuk berwirausaha masalah perusahaan tempat dia bekerja yang mengalami kebangkrutan bukan jadi masalah besar, yang jadi masalah apabila pegawai tersebut belum biasa berbisnis atau belum mempunyai cukup modal dan cukup pengalaman untuk berwirausaha.

Pertanyaan itu bukan hayalan belaka, kejadian tersebut ada disekitar kita bahkan saudara kita. Alkisah seorang kepala keluarga yang mempunyai tanggungan seorang istri dan 4 orang anak yang masih membutuhkan banyak biaya. Awalnya dia bekerja diperusahaan yang bonafide, prestasinya bagus hingga mencapai posisi yang cukup tinggi di perusahaan tersebut. Setelah berjalan sekitar 20 tahun perusahaan tempat dia bekerja kesulitan manajemen dan akhirnya bangkrut dan gulung tikar, hampir seluruh karyawannya di rumahkan untuk waktu yang tidak terbatas.

Yang jadi masalah dia tidak mempersiapkan atau mengantisipasi kejadian PHK tersebut, dia belum siap untuk di PHK, mentalnya tidak terbiasa untuk berwirausaha, dia belum siap menghadapi kesulitan itu, dia pun begitu loyal terhadap perusahaan tempatnya bekerja sampai-samapi dia tidak mempunyai pekerjaan sampingan lain. Pikiran dan tenaganya banyak tercurah untuk perusahaan tempatnya dia bekerja, celakanya lagi dia tidak mempunyai skill lain yang bisa diandalkan untuk mempunyai bisnis sampingan. Sampai pada suatu titik akhirnya dia mengalami PHK dan itu menyadarkannya, kenapa dari dulu saya tidak mau belajar skil-skil yang lain yang bisa menjadi sumber mata pencahariaan yang lain. Sedari awal memang dia cukup terbuai dengan gaji yang gede di perusahaan tempatnya bekerja dan berbagai fasilitas yang menina-bobokan dia. Sejuta penyesalan tak ada gunanya, yang jelas dia menghadapi kenyataan dia di PHK dan dia tidak mempunyai cukup modal dan cukup pengalaman untuk berwirausaha, di satu sisi keluarganya masih membutuhkan banyak biaya untuk menjalani kehidupan sehari harinya dan biaya sekolah anak-anaknya yang tidak sedikit.

Terjadinya PHK di sekitar kita bisa menjadi inspirasi buat kita bahwa mulai saat ini membiasakan atau menyiapkan mental yang siap berwirausaha tidaklah rugi dengan kata lain kita mulai merintis sedari awal bentuk usaha yang mandiri, benar-benar usaha milik kita sendiri yang segera kita rintis. Seandainya rekan-rekan masih bekerja atau bahkan sudah berhenti bekerja di suatu perusahaan milik orang lain mempunyai usaha mandiri, milik sendiri merupakan suatu keharusan dan merupakan bentuk antisipasi jika suatu saat kita berhenti bekerja di perusahaan orang lain..

Jika kita bisa mensiasati kesulitan serumit apa pun dan tawakal pada Allah SWT, insyaAllah pasti ada jalan keluarnya..Selamat berwirausaha...Sukses selalu..

{ 3 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar