INDIKATOR LINGKUNGAN

Ditulis oleh : Dadang Hermawan on Jumat, 23 Juli 2010

Lingkungan yang kita tempati tidak selamanya berada pada kondisi stabil dan seimbang. Sebagian ulah manusia telah mengubah fungsi lingkungan sebagaimana mestinya. Beberapa hewan maupun tumbuhan memiliki kepekaan tersendiri terhadap perubahan lingkungan. Penurunan keanekaragaman jenis ataupun penurunan populasi menjadi indikator telah terjadinya pencemaran lingkungan / keseimbangan lingkungan.

Hewan sebagai indikator lingkungan
Keberadaan beberapa hewan selama ini telah lama dijadikan indikator telah terjadinya pencemaran lingkungan. Kodok merupakan salah satu hewan yang mempunyai kepekaan terhadap perubahan lingkungan. Penurunan populasi jenis kodok di lingkungan kita dapat dijadikan petunjuk bahwa lingkungan sekitarnya telah mengalami perubahan yang menyebabkan habitat kodok terganggu.

Hewan lainnya adalah belut. Penggunaan pestisida oleh para petani ternyata telah menjadikan populasi belut di sawah menurun. Padahal belut merupakan sumber makanan yang mengandung protein tinggi. Tapi karena belut memiliki kepekaan terhadap lingkungan yang telah tercemar, akhirnya populasinya menurun seiring paparan polusi di lingkungan sawah.

Planaria, hewan yang termasuk phylum platyhelminthes sejenis cacing pipih pun ternyata dapat menjadi petunjuk bahwa kondisi perairan tersebut tercemar atau tidak. Penurunan populasi Planaria di perairan menjadi suatu indikator bahwa lingkungan/Keseimbangan Lingkungan perairan tersebut telah tercemar.

Selain penurunan populasi yang bisa dijadikan indikator pencemaran lingkungan ternyata peningkatan populasi pun dapat dijadikan petunjuk perubahan lingkungan. Ledakan hama tikus yang telah menurunkan produksi padi para petani ternyata disinyalir akibat adanya ketidakseimbangan lingkungan. Hilangnya salah satu komponen ekosistem yaitu ular yang banyak ditangkap manusia ternyata telah menjadikan populasi tikus meningkat dan berdampak terhadap produksi pangan. Keberadaan cacing merah Tubifex yang sering dijadikan umpan memacing juga dapat dijadikan petunjuk adanya pencemaran limbah organik

Tumbuhan sebagai indikator lingkungan
Selain hewan, tumbuhan pun ternyata dapat dijadikan petunjuk ada tidaknya pencemaran di suatu wilayah. Populasi Lichenes sejenis lumut kerak yang merupakan hasil simbiosis antara alga dan jamur merupakan indikator bahwa lingkungan sekitar telah tercemar. Keberadaannya bisa kita amati di pohon, batu ataupun dinding rumah yang sering terkena hujan. Sehingga dengan melihat jumlah populasinya kita bias menentukan ringan atau beratnya tingkat pencemaran lingkungan di suatu wilayah.

Keseimbangan Lingkungan

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar