Al Huda

Ditulis oleh : Dadang Hermawan on Rabu, 11 Mei 2011


Nabi Muhammad meninggalkan warisan yang sangat berharga yaitu Al Quran yang merupakan petunjuk/pedoman hidup umat manusia. Sebagai kitab rujukan, Al Quran memiliki beberapa sebutan diantaranya Al Huda yang artinya Petunjuk. Al Huda memiliki kaitan dengan asma AllahAl Hadi” yaitu Sang Maha Pemberi Petunjuk. Al Huda/Petunjuk yang bersumber pada Al Quran  yang sangat dibutuhkan manusia dalam menjalani kehidupannya. Ada kalanya manusia dalam kondisi dilematis, terombang ambing pada pilihan-pilihan. Pada saat itu banyak dorongan suara hati. Mata batin manusia terkadang tak mampu lagi memutuskan mana yang paling benar dan mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu, disana fungsi Al Quran sebagai petunjuk/Al Huda menentukan perannya.

Sebagai Huda, Al Quran memberikan petunjuk dan bimbingan menuju kebahagiaan sejati, dan pegangan untuk mencapai kemuliaan, memberikan peneguhan agar manusia memiliki prinsip diri sejati.

Keterbatasan kemampuan manusia itulah yang membuat manusia ragu dalam melangkah sehingga, manusia sering merasa bersalah ketika keputusan harus dibuat.

Banyak contoh dalam kehidupan dimana dua suara hati terkadang seolah saling bertentangan. Katakanlah seorang Hakim yang mengetahui anaknya melakukan pelanggaran hukum. Sebagai seorang ayah yang membesarkannya sejak lahir, dorongan suara hati berupa ‘kasih sayang’ akan muncul sehingga ia ingin berupaya agar anaknya terhindar dari terali besi. Namun sebagai hakim, suara hati ‘kejujuran’ dan ‘keadilan’ juga akan berbicara, sehingga ia tak akan membiarkan pelanggaran terjadi didepan matanya. Ia pun akan terombang-ambing gelisah dalam pertempuran suara hati. Mana yang harus didahulukan ?.

Dalam hal ini Rasulullah pernah memberikan contoh dengan mengatakan bahwa andaikan Fatimah mencuri, maka Rasulullah sendiri yang akan memotong tangan putrid kesayangannya itu. Artinya Rasulullah menjadikan Al Quran sebagai solusi mengatasi berbagai dorongan suara hati yang muncul.

Dan sesungguhnya tatkala mendengar petunjuk (Al Quran), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak takut pula akan penambahan dosa dan kesalahan.”(QS Al Jin 72:13)

Sumber Majalah Nebula.
Dadang Hermawan 
         Alhuda


{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar