Pembuatan Kompos Menggunakan Starbio

Ditulis oleh : Dadang Hermawan on Rabu, 25 Mei 2011


Pengomposan merupakan suatu proses biologi oleh mikroorganisme yang mengubah sampah padat menjadi bahan yang stabil menyerupai humus yang berguna untuk menyuburkan tanah. Proses dekomposisi atau penguraian sampah organik dapat berlangsung secara aerobik maupun anaerobik tergantung dari tersedianya oksigen (iptekda,2004).

Penggunaan sampah rumah tangga sebagai bahan baku proses pengomposan adalah sejalan dengan peningkatan sampah yang dibuang ke lingkungan sebagai akibat dari perubahan budaya dan peningkatan aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat. Terjadinya peningkatan sampah rumah tangga tidak hanya dari segi jumlah atau volume tetapi juga dalam keragaman bentuk, jenis maupun komposisinya. 

Sampah organik mudah dikompos, bila sistem pengomposannya bagus, sehingga kompos yang dihasilkan bagus dan tidak berbau. Untuk menghasilkan kompos memang banyak ragam cara pembuatannya yang bisa dipilih. Salah  satunya adalah menggunakan starbio. Cara paling praktis memang membeli starter yang sudah dijual di pasaran dan sudah memiliki hak paten, tapi dengan menggunakan  starbio kita telah ikut mengurangi limbah peternakan.

Starbio (Starter biologis) bisa diambil dari isi lambung sapi yang sebelumnya sudah dikeringkan untuk menghilangkan sebagian airnya kemudian digiling menjadi serbuk seperti gula semut. Starbio yang sudah dikeringkan tadi memiliki kandungan mikroba yang lebih tinggi, mampu mendekomposisi lebih cepat dan dapat menghilangkan bau busuk (intisari, 1998).

Untuk 1 ton sampah rumah tangga diperlukan 1 kg starbio. Padahal setiap saat volume sampah terus bertambah. Jadi bila kita sebagai bagian dari masyarakat ikut memanfaatkan sampah rumah tangga  menjadi kompos berarti kita juga telah ikut serta menyelamatkan lingkungan baik dari pencemaran limbah rumah tangga maupun limbah peternakan.

oleh: Peni Faridah K

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar