Bisnis Ramah Lingkungan

Ditulis oleh : Dadang Hermawan on Kamis, 30 Juni 2011


Rumah tangga merupakan salah satu sumber penghasil sampah. Semakin bijaksana tiap rumah mengelola sampah, maka jumlah sampah yang sampai ke TPA  pun akan semakin berkurang. Pemisahan dan penanganan sampah yang benar menjadi  keharusan karena dampaknya yang begitu membahayakan kesehatan dan lingkungan. Bila sampah organik ditimbun dengan sampah anorganik dan zat beracun lainnya maka akan menimbulkan cairan lindi yang berbahaya terhadap kesehatan apalagi bila meresap ke dalam tanah dan mengalir ke sungai.

Sampah organik bisa dikelola dengan cara :
 1. Insinerator, instalasi pembakaran sampah organik (bisa bekerja sama dengan pemerintah)
2. Melakukan pengomposan baik melalui sistem individual komposing maupun pengomposan kolektif. Pengomposannya sendiri bisa dilakukan melalui keranjang takakura, kompos gantung, kompos celup maupun biopori. Atau proses pengomposannya bisa dipercepat dengan  bantuan EM4, bioaktivator, starbio (starter biologis),maupun menggunakan cacing (vermikompos).
3. Menumpuk dan menutupnya dengan plastik, sehingga menghasilkan  gas metan dan dikonversi menjadi tenaga listrik (bisa bekerja sama dengan pemerintah).
4. Mengubah sampah organik menjadi bahan bakar seperti mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel, kotoran hewan menjadi biogas, dan limbah buah-buahan menjadi bietanol.
5. Mendaur ulang kertas untuk dibuat handycraft, sehingga memiliki nilai ekologi dan ekonomi.

Kompos merupakan produk bisnis ramah lingkungan, karena melalui pembuatan kompos kita telah mengelola sampah organik menjadi barang yang lebih berguna Bila sampah organik dipisahkan dan dikompos maka reduksi atau penurunan volume sampah melalui proses dekomposisi dapat mencapai 90%. Dengan demikian tidak hanya menyelamatkan lingkungan tapi bisa menjadi lahan bisnis karena industri kompos bisa dikombinasikan dengan pertanian hortikultura.

Kascing yang merupakan produk vermikompos mempunyai pangsa pasar yang bagus untuk tanaman hias dan tanaman sayuran.  Dalam waktu setahun orang-orang banyak menggunakan berton-ton  pupuk organik.  Sejak kascing lebih unggul dibandingkan pupuk organik lain, kascing sudah mempunyai pasar tersendiri. Di AS, kascing dicampur dengan kotoran ternak maupun pasir untuk meningkatkan kadar NPK. Kascing dijual dengan harga eceran 1$-2$ per gallon. Bahkan di Filipina kascing juga dicampur dengan kotoran kuda dan pasir untuk kemudian dijadikan media tanam untuk bunga mawar.

Sampah anorganik merupakan jenis sampah yang sulit diurai di alam (nonbiodegradable), tapi sampah anorganik bisa menjadi lahan bisnis ramah lingkungan.

1.Plastik
Plastik kemasan bekas produk makanan, sabun, pewangi, dll bisa dibuat tas reusable. Beberapa orang sudah memanfaatkannya sebagai peluang bisnis. Dalam Koran investasi pernah dijelaskan bahwa margin usaha untuk produk bekas pakai ini rata-rata per produk bisa mencapai 40-50%. Bahkan terkadang jenis usaha seperti ini sering kesulitan mendapatkan bahan baku yang layak pakai. Jadi bisnis penggunaan limbah plastik tidak hanya bertujuan menyelamatkan lingkungan dari tumpukan sampah tapi juga bisa menjadi lahan mencari nafkah.

2.Kain
Kain juga masih termasuk jenis sampah yang sulit diurai. Sebagian besar orang memanfaatkan baju bekas untuk dijadikan lap. Tapi peluang bisnis ternyata bisa diciptakan dari kain perca. Selain mengurangi kain yang dibuang ke tempat sampah dengan cara dibakar sehingga mencemari lingkungan, kain perca sudah dapat dijadikan lahan mancari nafkah. Kain- kain perca tadi disulap menjadi baju-baju boneka Barbie. Seperti terlihat pada gambar berikut.

Oleh :

{ 1 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar