Mendirikan usaha, menebar manfaat

Ditulis oleh : Dadang Hermawan on Rabu, 27 Juli 2011

Tahun 1970-an jepang dilirik seluruh dunia karena pertumbuhan ekonominya yang luar biasa, selain etos kerja masyarakat yang kental dengan konsep Makoto, korporasi jepang dibangun dengan loyalitas atau rasa memiliki. Perusahaan jepang tak hanya berdiri karena motif ekonomi doang, tetapi tumbuh memberi naungan bagi banyak orang.

Rhenald kasali dan Mahendra Gautama mencoba menelusuri konsep River Company yaitu perusahaan yang didirikan bukan semata mata untuk mencari keuntungan, melainkan untuk memperbarui dan menyejahterakan kehidupan.

Kebalikan dari konsep ini adalah perusahaan kubangan atau Puddle Company yang mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan berbagai cara tanpa memikirkan konsekuensi yang dapat merugikan lingkungan dan masyarakat.

Menurut Rhenald beberapa perusahaan yang masuk dalam kategori ini contohnya Ford, Nokia dan DuPont. Ketiga perusahaan raksasa tersebut mampu bertahan hingga sekarang selama hamper dua abad, ibarat air, mata air sungai yang terus mengalir, memiliki siklus kehidupan dan member manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Di Indonesia Rhenald menemukan sebuah River Company ada pada PT Citra Nusa insan Cemerlang.

Seperti prinsip kearifan sungai, filosofi bisnis ini menandaskan bisnis bukanlah sekedar Econmic Activity, sekaligus menyandang prinsip-prinsip ekologi. Economic Firm adalah perusahaanh yang cenderung mengabaikan keseimbangan lingkungan, juga merupakan cerminan dari man ego yang hanya menyisakan kubangan.

Kubangan tidak memiliki mata air, tidak mengalir dan terbentuk oleh adanya opportunity berupa hujan semusim, yang airnya melimpah sesaat, lalu akan menyusahkan banyak orang, menyimpan penyakit dan menyisakan harapan-harapan kosong.

Prinsip prinsip kesungaian yang digagas dalam buku ini niscaya merupakan kunci sukses yang sangat penting untuk membangun masyarakat sekaligus member kesejahteraan secara merata..

Sumber "Bisnis Indonesia" 

{ 2 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar