FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEIMBANGAN LINGKUNGAN

Ditulis oleh : Dadang Hermawan on Jumat, 29 April 2011

Berbicara tentang keseimbangan lingkungan, menarik sekali bila kita membicarakan tentang meledaknya populasi ulat bulu.
Banyak serangga yang menjadi hama tanaman. Kejadian ini merupakan indikator lingkungan sudah tidak seimbang lagi. Pada lingkungan yang masih seimbang, hama serangga seperti ulat bulu maupun hama tikus biasanya dimangsa oleh predatornya.
Jadi, suatu populasi seperti serangga jika jika sudah menjadi hama dan populasinya meledak berarti jumlah predator yang memangsanya sudah berkurang. Berkurangnya jenis pemangsa tersebut dapat terjadi karena dikonsumsi pemangsa lain, diracuni, atau bermigrasi. Berkurangnya satu jenis populasi menandakan kesimbangan lingkungan terganggu. Pada lingkungan yang masih seimbang, hama bisa dikendalikan oleh predatornya atau istilah Pengendalaian Hama Terpadu (PHT). Tetapi pada lingkungan yang sudah tidak seimbang, orang lebih banyak menggunakan insektisida, akibatnya justru menyebabkan lingkungan semakin tidak seimbang karena terjadinya pencemaran.

Penyerangan gajah di lampung ke rumah penduduk juga merupakan dampak adanya ketidak-seimbangan lingkungan. Gajah merupakan hewan yang memiliki daerah jelajah yang sangat luas, sehingga ketika orang mengubah hutan menjadi ladang pindah boleh jadi orang tersebut telah menempati daerah jelajah gajah. Dengan kata lain orang tersebut telah merusak habitat atau tempat hidup gajah.

Jadi faktor yang dapat mempengaruhi keseimbangan alam yaitu :
a.Ulah manusia, seperti:
  • Alih fungsi lahan dari sawah atau rawa menjadi pemukiman dan pabrik menyebabkan burung dan ikan punah.
  • Pengelolaan tanah yang kurang baik menyebabkan erosi dan tanah menjadi kekurangan zat hara.
  • Terlalu banyaknya ternak yang makan di padang rumput menyebabkan lahan menjadi gundul, sehingga terjadi erosi kemudian tanah menjadi gersang dan terjadi perluasan gurun.
b. peristiwa alam
Banjir, erosi, dan tanah longsor bias menyebabkan ada populasi yang berkurang atau tidak dapat bertahan. Hilangnya salah satu komponen ekosisten dapat menyebakan terganggunya keseimbangan lingkungan.

Oleh : Peni Faridah Khaerani

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar